MAKALAH
PERBANDINGAN
EYEOS DENGAN OSV
SEBAGAI
SISTEM OPERASI YANG BERJALAN PADA KOMPUTASI AWAN
Oleh
:
Rizky
Yudha Pramudhika (12043153)
PROGRAM
STUDI TEKNIK INFORMATIKA
FAKULTAS
TEKNIK
UNIVERSITAS
BHAYANGKARA
2016
KATA
PENGANTAR
Puji
Syukur Kehadirat Allah SWT yang telah memberikan ridho dan rahmat-Nya sehingga
saya dapat menyelesaikan tugas makalah untuk memenuhi tugas mata kuliah
Pemrograman Aplikasi Cloud.
Pembuatan
makalah ini diharapkan dapat bermanfaat bagi pembelajaran pemrograman aplikasi
cloud dalam dunia teknologi informasi, khususnya bagi mahasiswa Teknik
Informatika Universitas Bhayangkara di masa yang akan datang.
Dan
tidak ada gading yang tak retak, penyusunan makalah ini masih jauh dari
kesempurnaan. Oleh karena itu penyusun menerima saran yang diberikan oleh
pembaca, khususnya yang bersifat membangun, demi kesempurnaan penyusunan
makalah di masa yang akan datang untuk memberikan manfaat yang lebih optimal.
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Dalam
perkembangan komputasi awan, banyak pembaruan yang muncul. Di antaranya
pengembangan perangkat lunak sebagai layanan komputasi awan. Salah satu
perangkat lunak dalam komputasi awan adalah system operasi. Sistem operasi
inilah yang dapat menjalankan berbagai aplikasi untuk melakukan macam-macam
pekerjaan.
Beberapa
contoh system operasi yang berbasis komputasi awan adalah EyeOS dan OSv. Kedua
sistem operasi yang berjalan pada komputasi awan ini memiliki berbagai
perbedaan. Perbedaan pada kedua sistem operasi mempengaruhi cara
mengoperasikan, langkah kerja sistem operasi, bagan sistem operasi dan struktur
sistem informasi.
Berdasarkan latar
belakang yang telah dibahas, judul dari makalah ini adalah “Perbandingan Eyeos
Dengan Osv Sebagai Sistem Operasi Yang Berjalan Pada Komputasi Awan”.
1.2 EyeOS
EyeOS merupakan Cloud
Operating System, yaitu sebuah desktop yang dapat digunakan seluruhnya melalui
web browser. EyeOS merupakan sistem operasi berbasis web (cloud computing) yang
bersifat open source. EyeOS dibuat dengan menggunakan script PHP sehingga
aplikasi ini bersifat multi platform dan dijalankan menggunakan web browser. OS
tersebut termasuk office suite dan beberapa aplications kolaborasi, serta
framework untuk mengembangkan aplikasi web baru seolah-olah merupakan aplikasi
desktop. Sifatnya gratis dan Open Source.
1.3 OSv
OSv adalah sistem
operasi yang berfokus pada komputasi awan dan dirilis pada 16 September 2013.
Ini adalah sistem operasi yang dibangun dengan tujuan khusus yaitu agar dapat
berjalan pada virtual machine,
sehingga tidak memerlukan driver
untuk perangkat keras. OSv sangat ringan, hanya merupakan unikernel yang menjalankan aplikasi JAVA atau POSIX.
BAB
II
PEMBAHASAN
2.1
Bagan Sistem Informasi dan Kernel
Gambar 2.1 Bagan Sistem Informasi
EyeOS
EyeOS adalah sistem informasi
cloud yang berbasis web browser. EyeOS memiliki virtual desktop. Pada virtual desktop terdapat aplikasi, shared libraries, data dan layanan
sistem. Selain itu juga terdapat kernel pada EyeOS yang terdapat dalam virtual desktop.
Kernel dari EyeOS sendiri
merupakan microkernel. Mikrokernel adalah jumlah terendah perangkat lunak yang
dapat menyediakan mekanisme yang dibutuhkan untuk mengimplementasikan sebuah
sistem operasi. Mekanisme ini termasuk low-level
address space management, thread management, dan inter-process communication(IPC).
Jika perangkat keras
menyediakan multiple ring atau CPU modes, microkernel mungkin satu-satunya
perangkat lunak yang mengeksekusi hak istimewa tertinggi yang secara umum
disebut sebagai supervisor atau kernel mode.
Gambar 2.2 Sistem Operasi Berbasis Mikrokernel
dan Monolithic Kernel
OSv merupakan sistem
operasi yang berjalan pada virtual
machine. Misalnya Java Virtual Machine(JVM). Platform yang menjalankan OSv
diantaranya KVM, VMWare dan VirtualBox. OSv dapat dijalankan pula menggunakan virtual machine yang disediakan oleh
Google Console maupun Amazon. OSv ini tidak mendukung multi-user ataupun proses, seluruhnya berjalan pada kernel address space. Menggunakan single address space mengurangi waktu
yang diperlukan untuk pengoperasian berhubungan dengan context-switching.
Gambar 2.3 OSv Cloud Stack
OSv menggunakan monolithic kernel. Monolithic kernel adalah arsitektur sistem operasi yang bekerja
pada kernel space dan berdiri sendiri
pada supervisor mode. Model monolithic berbeda dengan arsitektur
sistemo operasi lainnya yang mendefinisikan antarmuka virtual tingkat tinggi
melebihi perangkat keras computer. Serangkaian panggilan sistem
mengimplementasikan seluruh layanan sistem operasi seperti manajemen proses, concurrency, dan manajemen memori. Device driver dapat ditembahkan ke dalam
kernel sebagai modul.
2.2
OS Virtual pada Java Virtual Machine
JVM merupakan perangkat
lunak yang dikembangkan secara khusus agar terlepas dari ketergantungan atas
perangkat keras serta sistem operasi tertentu. JVM menyediakan lingkungan kerja
yang dibutuhkan untuk menjalankan aplikasi berbasis java serta
mengotomatisasikan fitur-fitur seperti penanganan kesalahan. JVM umumnya
didistribusikan bersama seperangkat pustaka dasar(basic libraries) yang mengimplementasikan antarmuka pemrograman
java , Application Programming Interface(API)
yang disebut dengan Java Runtime
Environment(JRE).
Program yang dieksekusi
oleh JVM merupakan program berbasis bytecode
yang umumnya ditulis dan dikompilasi dengan menggunakan bahasa pemrograman Java,
namun saat ini bisa juga berasal dari bahasa pemrograman lain seperti: Jython (Python),
Groovy, JRuby (Ruby).
Gambar 2.4 Diagram Arsitektur Java
Virtual Machine
Sesuai dengan gambar
2.4 file sumber dari berbagai bahasa di-compile
ke dalam Java bytecode menggunakan compiler seperti Javac dan Jython.
Platform apapun yang mendukung JVM dapat menjalankan bytecode, dengan terlebih dahulu melalui pemverifikasi bytecode kemudian menginterpretasikan
atau meng-compile bytecode tersebut ke kode mesin platform
on-the-fly dengan JIT Compiler. Java
API bersama dengan JVM dan JRE. Keduanya baik JVM dan API secara khas berjalan
sebagai kode asli di atas sistem operasi platform.
2.3
Paket Aplikasi yang Didukung EyeOS dan OSv
2.3.1
EyeOS
EyeOS mendukung berbagai aplikasi, di antaranya :
1)
Kompatibilitas dengan berkas Microsoft
Office dan OpenOffice
2)
File Manager dengan suara API baru.
3)
Aplikasi Word Processor
4)
Aplikasi Spreadsheet
5)
Aplikasi Presentation
6)
Address Book
7)
EyeMail(E-mail) dengan dukungan POP3 dan
IMAP
8)
Antarmuka untuk perangkat mobile, termasuk IPhone
9)
Aplikasi Navigator(Penjelajah web)
EyeOS dilengkapi dengan eyeOS Toolkit, serangkaian
pustaka(libraries) dan fungsi untuk mengembangkan aplikasi untuk
eyeOS.Menggunakan sistem eyeOS yang terintegrasi berbasis Portage, sesuatu yang
dapat membuat repositorinya sendiri untuk eyeOS dan mendistribusikan aplikasi
melaluinya.
2.3.2 OSv
OSv dapat menjalankan aplikasi berikut :
1)
Cassandra, dengan bahasa Java, termasuk
dalam osv-apps.
2)
Fsmark, termasuk dalam osv-apps.
3)
HAPProxy, berbahasa C, termasuk dalam
osv-apps.
4)
Iperf, termasuk dalam osv-apps.
5)
Jetty, berbahasa Java, termasuk dalam
osv-apps.
6)
Leveldb, termasuk dalam osv-apps.
7)
Memcahced, berbahasa C, termasuk dalam
osv-apps.
8)
Mruby, termasuk dalam osv-apps.
9)
Netperf, termasuk dalam osv-apps.
10)
OpenJDK8, termasuk dalam osv-apps,
capstan sebagai image dasar.
11)
Orion, berbahasa Java, tidak termasuk
dalam osv-apps.
12)
Riemann, berbahasa Clojure(JVM), capstan
tersedia.
13)
Rogue, termasuk osv-apps.
14)
SpecJVM, termasuk osv-apps.
15)
SQLite, termasuk dalam osv-apps.
16)
Tomcat, termasuk dalam osv-apps.
2.4
Perbandingan EyeOS dan OSv
EyeOS dan OSv merupakan
sistem operasi Cloud yang bersifat
gratis dan Open Source. Keduanya
dapat diunduh dan digunakan secara gratis. Tetapi terdapat kelebihan dan
kekurangan pada kedua sistem operasi tersebut.
EyeOS dapat dengan
mudah dijalankan pada web browser,
karena eyeOS menggunakan bahasa PHP dalam pemrogramannya, sehingga tidak
terlalu sulit untuk digunakan. Pengguna hanya perlu menggunakan jaringan
internet untuk menjalankan eyeOS. Meskipun begitu eyeOS sudah dapat digunakan
untuk mengerjakan tugas menggunakan Word Processor, Spreadsheet, dan
Presentation.
OSv memerlukan Virtual Machine untuk menjalakannya.
Misalnya KVM, VMWare, maupun VirtualBox. Untuk menginstall OSv diperlukan
langkah-langkah yang cukup rumit. Karena banyak aplikasi yang harus diinstal
agar OSv dapat bekerja. Diantaranya Go Apps dan Git. Tetapi dalam OSv mendukung
berbagai paket aplikasi. Sehingga OSv lebih memiliki banyak fungsi daripada
eyeOS.
2.5
Contoh EyeOS dan OSv
Berikut adalah beberapa
contoh tampilan pada eyeOS dan OSv.
2.5.1
EyeOS
1) Tampilan instalasi
eyeOS,
Gambar 2.5
Instal eyeOS
2) Tampilan
mendaftarkan pengguna eyeOS,
Gambar 2.6 Add
User
3) Tampilan desktop eyeOS,
Gambar 2.7
Desktop
4) Tampilan pengaturan
eyeOS,
Gambar 2.8
Preference
5) Tampilan File
Manager,
Gambar 2.9 File
Manager
6) Tampilan aplikasi
Calendar,
Gambar 2.10
Calendar
7) Tampilan aplikasi
Word Processor,
Gambar 2.11 Word
Processor
8) Tampilan aplikasi
Spreadsheet,
Gambar 2.12
Spreadsheet
9) Tampilan aplikasi
Presentation,
Gambar 2.13
Presentation
2.5.2
OSv
Berikut adalah beberapa contoh tampilan OSv.
1) Tampilan
Main Tab Dashboard OSv, menampilkan Memory dan CPU.
Gambar 2.14 Main
Tab
2) Tampilan
Thread Tab dengan visualisasi interaktif status thread dan penggunaan thread.
Gambar 2.15
Threads Tab
3) Tampilan
Trace Tab, dengan frekuensi masing-masing titik trace.
Gambar 2.16
Traces Tab
4) Tampilan
tab JVM, menunjukkan informasi dasar JVM seperti memory dan GC, dalam kasus
menggunakan basis Java.
Gambar 2.17 JVM
Tab
5) Tampilan
tab Cassandra, menunjukkan informasi yang relevan dengan sebagian penerapan.
Gambar 2.18
Cassandra Tab
BAB
III
PENUTUP
3.1
Kesimpulan
Untuk memenuhi tugas
mata kuliah Pemrograman Aplikasi Cloud, maka dilakukanlah percobaan terhadap
eyeOS dan OSv. Dari percobaan yang telah dilakukan didapatkan kesimpulan
sebagai berikut :
1)
EyeOS dan OSv merupakan sistem operasi
yang berjalan pada komputasi awan sehingga dapat diakses di mana saja.
2)
Masing-masing dari eyeOS dan OSv
memiliki kelebihan dan kekurangan yang berbeda-beda, sehingga pengguna harus
lebih teliti memilih sistem operasi yang akan digunakan.
3)
Untuk OSv sendiri, belum diketahui
penggunaan lebih lanjut, karena dalam proses instalasi mengalami kesulitan yang
cukup merepotkan.










No comments:
Post a Comment